Thursday, September 20, 2007

In Deep Condolence - my uncle Capt. John F. Rainard

This article below came from my sister Siska's blog (http://april23.multiply.com) since I could't express anything better than this. I did really in deep condolence. May God Almighty Forgives him and he might rest in peace. No more sweet smiles from him but only memories that could be remembered.. Good Bye Om John.. !

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Rabu, 19 September 2007, Pk. 06.00 WIB

Telah meninggal dunia, Capt. John F. Rainard, Suami dari tanteku, Vonny Kansil; Ayah dari ke-empat orang sepupuku, Kak ine (and husband: Ossy), Kak oi, James & Ekky; dan Opa dari keponakanku, Adit.
Beliau adalah oom saya. Istrinya, tante vonny a.k.a tante nini, adalah kakak kandung mama saya. Mereka, adalah om-tante (beserta keluarga) yang sangat baik pada keluarga kami maupun seluruh KBKM (Keluarga Besar Kansil Mohede).

(Alm.) Om John adalah seorang yang penuh dengan kharisma yang mendalam. Sosok beliau pastinya mempunyai kesan tersendiri bagi setiap orang yang mengenalnya. Pendiam, namun sangat tegas dalam setiap hal. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang sangat disiplin dalam pekerjaan maupun di tengah2 keluarga. Tidak heran bila beliau menjadi orang yang sangat sukses dalam hidupnya. Setelah pensiun, oom John lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, menikmati jerih payahnya selama bekerja, dan menikmati hidup, betul2 sangat bahagia.

1 bulan lalu, tepatnya 18 Agustus 2007, kami mendengar kabar bahwa Oom Jhon sakit. Beliau terkena serangan stroke waktu di kamar mandi, so early in the morning. Langsung dilarikan ke RS OMC Pulomos oleh ambulance, diantar keluarganya. Semua syok dan sangat sedih. Saya dan keluarga sempat menjenguk beliau di ruang ICU RS OMC. Betul2 sedih melihat kondisi Om John saat itu. Tak putus2 kami berdoa untuk kesembuhannya.

Kabarnya, sehari sebelum serangan tersebut, tgl 17 Agustus, Om John masih sempat mengikuti upacara bendera di dekat rumahnya. Dan malam itu, Om John sekeluarga masih pergi ke Mall Kelapa Gading untuk makan malam bersama. Katanya, sepanjang perjalanan mereka masih asik sekali bernyanyi lagu2 perjuangan, sehubungan dengan suasana kemerdekaan RI. Siapa sangka, itu adalah kenangan terakhir dengan beliau, karena keesokan harinya beliau jatuh sakit.

1 bulan dirawat di Rumah Sakit, awalnya di RS OMC, kemudian dipindahkan ke RS Pelni Petamburan, kabar yang saya dengar adalah kondisi Om John berangsur2 membaik. Sudah mulai berkomunikasi, dengan cara menulis. Setelah itu saya tidak terlalu banyak mendengar perkembangannya lagi, mungkin karena saya juga larut dalam kesibukan sehari2.

Rabu pagi, 19 September 2007 jam 6:30, saya mendapat kabar dari bang ando, ia mendengar kabar dari kak sylvy belleng, kakak sepupuku, bahwa om John telah meninggal dunia. Sedih sekali mendengar kabar tersebut. Yang terbayangkan oleh saya pada saat itu adalah, keluarga yg ditinggalkan pasti sangat berduka. Teringat 10 tahun lalu, ketika papa-ku meninggal, tak terlukiskan duka yang mendalam yang kami rasakan pada saat itu. Harus kehilangan sosok kepala keluarga. Hmpfh.. That's life. Hidup dan mati memang Tuhan yang mengaturnya. Kita sebagai manusia hanya bisa pasrah dan menerimanya.

Sepulang kantor saya dan suami langsung ke rumah duka. Disana sudah banyak sekali keluarga yang berkumpul. Suasana sangat mengharukan, terlebih ketika ibadah dimulai, kami dari KBKM diminta untuk menyumbangkan 1 buah lagu, koor dari keluarga. Kami bernyanyi lagu "Tongkatlah" .. What a very very touchy song that night. Begitu mengingatkan kami akan masa2 dimana kita, KBKM, sering sekali menyanyikan lagu tersebut sebagai family's song, dan om John biasanya sangat semangat untuk bernyanyi. Pada saat itu saya tak kuasa utk menahan air mata. Terlebih melihat tante nini juga menangis. Satu persatu saudara2 juga ikut terbawa suasana dan mulai menangis juga. That's song for you, uncle!

Kami ucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, atas kepergian Om kami terkasih. Kiranya Tuhan memberkati Om John, dan senantiasa memberikan pengiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. (MATIUS 5:4)
Tags:

No comments: