Tuesday, December 16, 2008

Artikel ttg Sitaro, kiriman Om Tony Kansil from Washington DC

Source: http://sitaro.wordpress.com/2008/12/15/tahun-1927-tibalah-di-ulu-siau-saudara-ge-dauhan-geda/
Ditulis pada oleh AB. Ronny (http://sitaro.wordpress.com)

Pengantar:

Berikut, saya sajikan Kiriman Tulisan dari Bapak Anthony Kansil yang bermukim di Washington DC, Amerika. Tulisan tersebut merupakan tulisan dari Ayahnya sewaktu di Siau dulu. Tulisan ini saya anggap bermanfaat bagi kita semua, karena kita bisa menelusuri sejarah Siau dari apa yang tersaji dalam tulisan tersebut. Tulisan ini, merupakan sajian yang pertama dari sekian banyak tulisan yang telah dihasilkan oleh Ayah Anthony Kansil. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
———————————————————------------------

40 (empat puluh) tahun masa kerja sebagai pegawai negeri.
Motto : Apapun juga akan terjadi dengan perobahan2 struktur pemerintahan, sebagai alat Negara yang setia dan jujur kan tetap juga sebagai Pegawai negeri……EA Kansil.
Aku adalah seorang pegawai negeri terus menerus bekerja dalam kantor pemerintahan selama 40 (empat puluh) tahun lamanya. Yakni terhitung mulai 1 Desember 1926 s/d 1 Desember 1966, Ayahku Matias Salele Kansil telah meninggal dunia sewaktu umurku baharu 7 tahun. Pangkat ayah sewaktu meninggal adalah Djogugu di Ondong Siau, dan kakekku(opa) Manalang Doelag Kansil sewaktu hidup adalah Radja Siau yang menandakan
bahwa aku adalah keturunan Radja2 dari pulau Siau sejak dari dotuk kami Don Franciscus Xaverius Batahi.

Setelah tamat dari H.I.S Manado pada tgl 31 Mei 1926 aku kembali ke Ulu Siau menunggu keputusan panggilan dari sekolah Osvia Makasar dimana aku telah dicalonkan sebagai murid dari sekolah tersebut. Tetapi karena badanku waktu itu kurang sehat menurut pemeriksaan dokter di Tahuna, tidak dapat dimasukan pada sekolah tersebut.
Mengingat adik2ku yang tiga – dua perempuan dan satu lelaki masih bersekolah dan ibuku
terlalu berat utk mempersekolahkan terus padaku, pamanku LN Kansil yang waktu
itu memangku Radja Siau telah mengangkat padaku mendjadi Peladjar djurutulis
dikantor keradjaan Siau terhitung mulai 1 Desember 1926 dalam usia 15 Tahun.
Inilah permulaan karierku sebagai pegawai negeri.(S K tgl 25 November 1926 yang ditanda tangani oleh Raja Siau LN Kansil (opa Lodi ) tgl 3 Maret 1927 = asli sk ada pada AS Kansil=

Inilah permulaan karirku sebagai pegawai negeri atau pengabdi Negara. Tahun 1927 tibalah di Ulu Siau Saudara G.E Dauhan(Geda) yang baru selesai dengan Kursus Kader pembentuk P N I (Partai Nasional Indonesia) dibawa bimbingan Bung Karno, Pemimpin besar Revolusi, Presiden Republik Indonesia yang sekarang. Oleh sdr Geda tersebut kami pemuda2 Ulu Siau telah diberikan kursus2 tersembunyi dimana kami diajarkan mula2 apa artinya Demokrasi, komunisme, nasionalisme, kapitalisme, Imperialisme dlsebagainya, karenanya terbentuklah cabang PNI ke I di Ulu Siau.

Pemerintahan kolonial Belanda tidak menghendaki PNI ini harus ada di UluSiau, maka pada tahun itu juga telah datang ke Ulu Siau sebagai utusan dari Res Mo(Residen Manado) N J Schmidt. Ass. Res.Fagingerduer beliau telah menyita seluruh dokumen2 dari PNI dan daftar calon2 anggota2 PNI. Semuanya pemuda, dimana nama kami ada tercantum didalamnya.

Dengan adanya pergerakan Politik di kepulauan Sangir waktu itu yang (stilzwijgeind ?) diluaskan oleh Raja Siau dan seluruh Raja2 kepulauan Sangir Talaud waktu itu, maka Pemerintah kolonial Belanda menjalankan Politik kolonialnya dimana sdr Geda yang menjadi Pemimpin PNI waktu itu diperiksa, dikembalikan ,dan karena tidak terbukti bahwa sdr
Geda hendak mengadakan aksi menumbangkan pemeritahan kolonial Belanda dituntut padanya supaya ia menanda tangani suatu surat pengakuan bahwa ia benar2 bukan Komunis yang bermaksud merobohkan pemerintah kolonial Belanda dengan kekerasan sebagaimana terjadi ditahun 1926 di Batavia jakni pemberontakan kaum komunis melawan Belanda.

Sdr Geda tetap bertahan bahwa ia adalah seorang Nasionalis sejati dan bukan komunis, menuntut Indonesia merdeka dengan jalan keinsafan dan kesadaran bukan memberontak atau mengadakan kekacauan . Alasan inilah yang menyelamatkan Sdr Geda sehingga tidak dibuang ke Boven Digul, akan tetapi pengamatan dan penyelidikan pd sdr tersebut terus berjalan . Untuk membayangi Sdr Geda , cukuplah alat pemerintah Belanda yaitu P I D (Pol Inf Dient) dibawah pimpinan R.S.F Wenas. Laporan politik dari RSF Wenas tsb
tentang adanya PNI(Partai Nasional Indonesia) dikepulauan Sangihe bukanlah semata2 atas usaha Sdr Geda akan tetapi adalah karena dukungan erat antara para raja2 disana
dengan pemimpin PNI itu, apalagi karena para raja2 pada umumnya sangat berpengaruh dan berkuasa besar lagipun terpelajar dan dengan penyebaran politik dari Bung Karno melalui sdr Geda ini sangat mendapat perhatian atau sedikitnya sokongan dari para raja2 itu. Sehingga Stilzwijgend dengan diam propaganda PNI cabang Siau itu dibolehkan/diluaskan kebetulan kep.Pem.N (Hoof . Pl Bestuur)Kepulauan Sangir Talaud
Berada dalam tangan kontrolir de Boer yang waktu itu dalam pergaulan dengan para raja2 dan isteri2 raja tidak dapat mengimbangi baik secara intelegensia baik pula secara standiry atau cara pergaulan hidup sehari hari, maka terdapatlah satu ketegangan yang sangat terasa, hal2 mana oleh seoarang pejabat Belanda dhi kontrolir de Boer tidak dapat ditekan atau diterima begitu saja . Perlu ditambahkan bahwa raja2 yang bersangkutan ini al ialah :
1. L N Kansil, Radja Siau adalah lulusan Hoof deschool Tondano (sekolah raja)
2. Willem Sarapil, raja Tabukan(g), 22 tahun lamanya menerima pendidikan di tanah
Belanda.

3. Christian Ponto , raja Taruna adalah anggota Volksraad Batavia.
Dan justru ketiga raja inilah yang menjadi duri bagi pemerintah kolonial Belanda yang dikhawatirkan akan memasukan aliran2 politik di Kepulauan Sangir Talaud, dimana 3(ketiga) raja tersebut ada hubungan keluarga yakni isteri raja Ponto, raja Sarapil adalah kakak2 perempuan dari LN Kansil Raja Siau.


-------------------------
My comments:

Membaca tulisan EA Kansil diatas membuat saya sangat terkenang akan Opa kandung saya tsb, beliau adalah ayah dari ibu saya, Usye Kansil. Masa kecil saya sangat bahagia karena cukup lama bersama opa-oma yang tinggal dirumah kami. Saya bangga karena ada darah Sangir dalam diri saya dan juga bangga punya Opa yang keturunan darah biru.. Semoga kebudayaan Sangir-Talaud tetap abadi dan menjadi warisan yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia, khususnya anak dan cucu almarhum.

Salam hormat,
Fiona Siahaan (mau cari2 foto Opa papi buat ditampilkan disini)..-sdh dapet-
--------------------------
Thanks to my cousin Shima Kansil for pic below, foto legendaris Opa papi & Oma mami, yaitu foto pernikahan Eitel Antonius Kansil & Reintje Mohede:

A grandfather is someone with silver in his hair and gold in his heart.
~Author Unknown

It is as grandmothers that our mothers come into the fullness of their grace.
~Christopher Morley



A child needs a grandparent, anybody's grandparent, to grow a little more securely into an unfamiliar world.
~Charles and Ann Morse


First we are children to our parents, then parents to our children, then parents to our parents, then children to our children.
~Milton Greenblatt

2 comments:

Anonymous said...

Salam kenal, Saya Ronny (admin sitaro.wordpress.com). Blog personal anda bagus.
Saya sangat senang, jika anda atau keluarga besar anda mempunyai dokumentasi tentang sejarah siau dan mau mensharing, agar orang siau juga bisa tahu sejarahnya.
Seperti yang telah dilakukan oleh Bapak. Kansil.
Thaks.
Ronny AB.
http://www.sitaro.wordpress.com

http://www.investasi7.wordpress.com

Fiona Siahaan said...

Dear Pak Ronny,

Terima kasih sudah mampir ke website saya ini...
Kalau ada info dari family akan saya update di sitaro.wordpress.com

Salam Siau,
fiona siahaan